Surah al-kafirun termasuk pada surah makkiyah atau surah yang diturunkan pada rasulullah saw sebelum beliau saw hijrah asal mekkah ke madinah. Keadaan rasulullah saw waktu masih berdakwah pada mekkah selalu mendapat tekanan-tekanan yg akbar dan kontradiksi-kontradiksi asal banyak sekali kalangan, sehingga dia melakukan dakwah secara sirriyah (sembunyi-sembunyi) pada keliru satu rumah teman (arqam bin abil arqam). Merupakan perjuangan dakwah rasulullah saw pada mekkah sangatlah berat, maka ayat-ayat serta surah-surah yg diturunkan pada saat itu mempunyai makna yg bertenaga buat mendukung dakwah rasulullah saw.
Kata kafir asal asal istilah dasar kafaro yg berarti menutup. Makna kata kafir artinya pelaku, epilog, atau orang yang menutup, ialah orang-orang kafir merupakan orang-orang yang menutup dirinya dari kebenaran, asal petunjuk serta tanda-tanda kebesaran allah swt. Jadi seseorang dikatakan kafir bukan sebab ia tak mengetahui kebenaran allah swt, tapi sebab dia tidak mau menerimanya. Orang-orang kafir ialah orang-orang yang tidak bisa mendapatkan hidayah berasal allah swt.
Terdapat 3 macam orang yang dapat dikatakan kafir :
- Menolak keesaan allah swt. Orang-orang yang sudah mengetahui perihal keesaan atau kebesaran allah swt atau bahkan sudah pernah menyaksikan tanda-tanda kekuasaan allah swt baik secara eksklusif maupun tidak eksklusif, namun permanen mengingkari atau tidak mau mengakuinya, merupakan orang-orang yg keras hatinya. Dan mereka termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir.
- Mengingkari nikmat allah swt. Orang-orang yg telah diberi nikmat, diberi rizki, diberi pemberian , diberi kesempatan untuk bisa hayati pada atas global ini, tapi tidak pernah merasa seluruh itu pemberian allah swt, tidak pernah bersyukur serta selalu merasa apa yang mereka dapatkan ialah yang akan terjadi jerih payah mereka sendiri, merasa segala yg mereka miliki memanglah apa yg seharusnya menjadi miliknya tanpa campur tangan allah swt, ialah orang-orang yg takabur atau sombong terhadap nikmat allah swt. Dan mereka pula termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir.
- Tak mau mengamalkan perintah allah. Orang-orang yang telah diciptakan sang allah swt dan dilahirkan ke dalam kehidupan global ini, kemudian diperintahkan buat menyembah dan mengabdi pada penciptanya, namun mereka tidak mau menjalankan perintah-perintahnya serta berbuat seenaknya di muka bumi, ialah orang-orang yang dilaknat allah swt. Dan mereka pula termasuk ke dalam golongan orang-orang kafir.Seorang muslim yang tidak mengerjakan sholat sebab dia malas mengerjakannya, tergolong orang-orang fasik atau orang-orang yg menghambat keimanan mereka, akan tetapi bila seseorang yang tak mengerjakan sholat sebab beliau berpendapat sholat itu tidak harus dilakukan, maka ia kafir.
Adapun berdasarkan sebuah riwayat bahwa beberapa orang kaum musyrik datang menemui rasulullah saw menunjukkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepadanya, dengan syarat beliau bersedia meninggalkan kecaman terhadap dewa-yang kuasa mereka, ketika nabi saw menolak tawaran tersebut, mereka menawarkan, “bagaimana Bila anda menyembah tuhan-ilahi kami sehari, serta kami menyembah tuhanmu sehari (bergantian)?.” namun tawaran itu jua ditolak sang nabi saw, serta turunlah surah al-kafirun.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,”
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
“Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.”
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
“Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.”
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,”
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
“Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.”
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”
Dengan memperhatikan surah di atas, terdapat penegasan dari Allah SWT, bahwa kalau sudah menyangkut ibadah, tidak ada toleransi antara umat Islam dengan agam lain.
Hal ini yang menjaga umat Islam dari ajaran Pluralisme, atau ajaran yang menyamaratakan semua agama, yang menganggap semua agama adalah benar dan nantinya akan menuju ke hal yang sama, yaitu Tuhan. Di dalam Islam tidak mengenal ajaran Pluralisme, dan tidak pula ajaran tersebut dikenal di dalam agama-agama lain, karena ajaran pluralisme menghancurkan keyakinan dan kepercayaan mereka, sehingga ajaran pluralisme ditentang di semua agama.
Namun di dalam Islam mengenal istilah pluralitas, di dalam surah Al-Hujaraat ayat 13 :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Surah inilah yang menunjukan Toleransi yang sesungguhnya.
Wallahu a’lam Bisshowab
Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatu

0 komentar